Japan · Travelling

Tiket Garuda ke Tokyo Cuma 1,6 Juta PP, Mejik!

Hai!

Pasti yang baca judul postingan ini bakalan ngebatin “Ah, boong banget!” atau “Alah palingan juga belum net” atau “Gak mungkin lah, dikata kaya terbang ke Yogya, 1,6 juta?”

Seriusan itu juga yang gue bilang waktu pertama kali banget promo ini dipost di grup WA. Gak. Mungkin. Banget. Apalagi ini Garuda Indonesia gitu loooohhh! Mustahil!

Tapi kemudian besok paginya tanggal 23 Desember 2016 jam 08.00 gue iseng membuka website Garuda Miles. Otak gue nan medit mulai berpikir, tunggu dulu, kalau misal biasanya ke Tokyo butuh 35.000 miles, diskon 90% berarti cuma butuh 3.500 miles doang dong ke Tokyo? Ditambah fuel surcharge bla bla bla biasanya gak banyak nambahnya. Soalnya terakhir tuker miles ke Guangzhou cuma nambah sekitar Rp 900 ribu aja.

Kemudian gue mulai kepo dengan menelepon ke Call Centre Garuda, yang kebetulan banget langsung diangkat pada percobaan pertama. Berhubung gue udah ada tanggal yang tujuan yang gue inginkan, tanpa basa-basi gue minta tolong dicek untuk penerbangan Jakarta-Tokyo return untuk bulan April. Sungguhlah kepo itu niscaya memang selalu menjadi awal dari sebuah kepelikan, karena setelah lamaaaaaa nunggu si masnya ngecek, dia balik dengan mengatakan “Untuk yang direct ke Narita habis namun sudah kami bantu cek, yang tersedia adalah transit di Denpasar dengan total miles yang dibutuhkan adalah 9.800 miles dan penambahan Rp 1.605.700, dan poinnya mencukupi.” HAPAAAAAAHHHHHHHH?? Gue seolah-olah mendengar sebuah gema dari Rp 1.605.700 itu, berulang-ulang. Ini Tokyo men! Naek Garuda men! Cuma 1,6 juta beneraaaann? Seriously? Tanpa berpikir panjang gue pun meminta si masnya untuk membantu booking dulu, dan pas ditanya pembayarannya entah kenapa gue kok bego banget bukannya milih via atm gue malah milih pembayaran di Ticketing Office. Kebodohan gue ini mendatangkan kesialan sekaligus rejeki di endingnya.

Dengan semangat 45 gue memutuskan untuk kabur antri di Ticketing Office Garuda, kebetulan ada 2 yang deket kantor, hotel Borobudur sama yang di Kemayoran sono. Seinget gue yang di hotel Borobudur biasanya sepi, okesip gue kesana aja. Sampe kantornya sekitar jam 9 pagi mayan rame, gue ambil antrian No.53, pas gue lirik masih No. 24. OK, gak banyak-banyak amat lah, cuma 29 doang gue tungguin aja.

TERNYATA OH TERNYATA!!! 29 manusia yang gue tungguin itu masih banyaaaakk yang pelik dengan tanggal dan tujuan yang mereka mau, ada yang antri satu tau-tau temennya nimbrung dan sama peliknya. Jadiiiii sodara-sodara “29 doang” tadi menyebabkan nomer gue baru dipanggil menjelang jam 15.30! 6 jam lebih meeeennn hanya demi selembar tiket PP Tokyo, sungguh kalo gue gak inget harganya cuma 1,6 juta gue udah minggat kali. Padahal itu udah banyaaakk antrian yang kabur saking lamanya.

Pas gue dipanggil sama masnya Garuda, gue agak terhibur soalnya masnya ganteng paling enggak gue udah book tinggal bayar gak pake pelik. Dan masnya bahagia banget lihat gue sebagai satu diantara segelintir manusia yang sudah punya tujuan fix, gak perlu labil nyari-nyari lagi. Dan mungkin saking bahagianya si masnya kalik ya, tau-tau dia bilang “Mbak, pulangnya gak mau diupgrade ke kelas Bisnis aja? Cuma selisih 1.400 untuk milesnya dan gak ada tambahan biaya lagi.” WHAAATTT? LIKE SERIOUSLY? Disitu gue cuma bengong saking shocknya, sampe masnya bilang “Halo mbak gimana? Lumayan lho kapan lagi, bagasinya kan bisa 64 kilo kalo Bisnis. Jadi nanti total miles yang kepake 11.200 miles ditambah Rp 1.605.700.” Gue pastikan lagi doonggg udah booking bisa diubah mas? Dan ketika masnya bilang bisa, gue rasanya udah pengen teriak naek kursi sungguh! Bayangkaaaann gue udah ngintip-ngintip segala promo penerbangan bulan April ke Tokyo sejak bulan Agustus, maju mundur mau naek apa, tetiba dapet rejeki cuma bayar 1,6 juta naek Garuda berangkat Economy pulang Business Class tepat di tanggal yang gue mau. REJEKI!

Ketika tiket gue udah di-Issued dan di-print gue nyengir selebar-lebarnya, mood meningkat 10000000000000000000%, rasanya gue pengen naik kursi trus teriak “JAPAN SEE YOU AGAIN ON APRIL!”

Dan kemudian kepelikan menyusun itin pun dimulai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s