LuHan · Movie · Review

The Great Wall Movie Review

Halo!

Pasti udah pada tau kan kalau ada movie judulnya “The Great Wall“. Itu lhooo, movie terbarunya Matt Damon yang sesuai judulnya menceritakan tentang Tembok Cina. Sutradaranya sama kaya Cursed of the Golden Flower, Zhang Yimou. Selain Matt Damon, film ini juga dibintangi oleh Andy Lau, Pedro Pascal, Willem Dafoe, Jing Tian, dan pacar gue tersayang nan ganteng Lu Han.

Kebetulan gue mewakili fanbase LuhanUnionINA dapet invitation dari United International Pictures Indonesia (UIP Indonesia) sebagai distributor The Great Wall di Indonesia, untuk dateng ke advance screening-nya di hari Kamis, tanggal 29 Desember 2016 di IMAX Gandaria City. Mayan lah bisa jadi salah satu dari sekian orang pertama di Indonesia yang bisa nonton duluan sebelum diputar terbatas di malam tahun baru, dan dirilis resmi tanggal 4 Januari 2017.

Setelah alay sana sini gak tau malu foto-foto bawa banner di depan poster filmnya, plus gak lupa selfie pulak, makan ngemil ngakak ngikik, gak lama kita dipersilakan untuk masuk ke teater IMAX, dan sempet agak heboh ada yang dorong-dorong mungkin takut gak kebagian duduk atau gimana, karna seperti kebiasaan advance screening, duduknya emang free seating.

Sebelum filmnya diputer, dari pihak UIP Indonesia kasih info kalau ada embargo review sampai tgl 31 Desember 2016 after lunch, jadi kalau ada media atau pihak manapun yang mau menulis review diharapkan gak dilakukan sebelum embargo selesai.

Dan berhubung sekarang udah tanggal 3 Januari 2017, boleh lah kalo gue tulis dan post reviewnya, hehehe, udah gateeeell dari kapan tauk mau ngepost. Gue gak akan bahas betapa movie ini budgetnya the biggest Hollywood-China co-production ever atau tentang isu whitewashing bla bla bla karna rata-rata pasti udah pernah baca lah tentang itu. Tulisan ini udah diusahakan meminimalkan spoiler yak, tapi kalo masih ada yang merasa terkena jebakan spoiler mohon dimaafkan.

Source : The Great Wall movie

Di opening film dibilang, “As the wall enters its third millennium in existence, there are both facts and legends about it. This is one of the legends.” Jadi ini adalah kisah untuk apa The Great Wall sebenernya dibangun, kalo ada khayal-khayal dikit ya kan udah dibilang ini emang legenda. Gitu lah intinya. Cakep.

Source : The Great Wall movie

Film ini dibuka dengan 5 manusia gembel naik kuda yang dikejar-kejar sama segerombolan bandit di tengah gurun pasir di bagian Utara China dan akhirnya berhasil menyelamatkan diri. Setelah gue liat lagi gue baru sadar bahwa salah satu dari manusia gembel tadi adalah Matt Damon yang biasanya ganteng, tapi karna terkena debu gurun pasir jadi kumel. Mereka ini dateng jaoh-jaoh dari Eropa nyari sesuatu bernama black powder yang pasti bukan nyari arang. Pas malem-malem mereka lagi istirahat, nyalain api unggun sambil bakar ayam, tau-tau mereka diserang sama setan makhluk yang gak keliatan wujudnya, tapi akhirnya William berhasil memotong tangan (atau cakar?) makhluk tadi walaupun tiga teman lainnya terbunuh. William sama satu temannya yang tersisa, Tovar (Pedro Pascal) memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan tak lupa membawa potongan cakar tadi untuk oleh-oleh dengan alesan biar William tau apa sih sebenernya makhluk yang dia bunuh tadi.

Singkat cerita mereka berdua sampai di The Great Wall yang dijaga oleh Orde Tanpa Nama, dan karena mereka tak tahu jalan pulang gak mungkin balik arah karena dicegat bandit yang tadi, mereka memutuskan untuk menyerah dan dibawa ke dalam The Great Wall sebagai tahanan oleh Orde Tanpa Nama yang dipimpin Jendral Shao. Disitu mereka ditanya oleh Komandan Lin (Jing Tian) yang cuanteeeekk abis dan ternyata bisa bahasa Inggris, dimana mereka menemukan cakar makhluk yang dijuluki Tao Tie tadi, seberapa jauh dari situ, William bilang dia diserang Tao Tie di tengah gurun sekitar 2 hari perjalanan berkuda, dan he killed it, tapi gak ada yang percaya kalau dia bisa membunuh Tao Tie.

Pas William dan Tovar mau dikurung, tau-tau ada teriakan kalo serangan Tao Tie datang dan akhirnya Lu Han muncul juga. Dimulailah perang antara Orde Tanpa Nama yang sudah super terlatih melawan Tao Tie yang banyak banget jumlahnya. Dari penjelasan ahli strategi Wang (Andy Lau) si makhluk yang ternyata bernama Tao Tie itu sesungguhnya muncul dari arah Utara The Great Wall setiap 60 tahun sekali, Orde Tanpa Nama memang dipersiapkan untuk berperang melawan Tao Tie, dan The Great Wall sendiri dibangun sebagai pertahanan terakhir agar Tao Tie gak bisa menembus dan membahayakan eksistensi manusia.

The Great Wall ini sedikit banyak mengingatkan gue pada film kedua The Lord of The Rings, The Two Towers, terutama pas bagian perang antara manusia dan Orc di Helm’s Deep. Wajar kalo biaya produksinya gede banget, karena visual efeknya luar biasa bagus. Battle scenes, kostum, senjata yang dipakai keren banget, begitupun dengan setting tempatnya baik di The Great Wall sendiri maupun nantinya di ibukota.

Sayangnya, menurut gue film ini durasinya kurang panjang, bahkan terasa terburu-buru, gue belom terlalu paham masing-masing karakter perannya, tau-tau filmnya udah tamat. Akan lebih baik kalau, penggambaran masing-masing peran lebih dalam, jadi perkembangan karakternya terasa di sepanjang film. Contohnya hubungan antara Jenderal Shao dan Komandan Lin yang tidak dijelaskan sama sekali, kemudian ada tiga komandan pasukan lain yang seperti sekadar numpang lewat, keberadaan prajurit kecil imut-imut yang diperankan oleh Lu Han juga kurang detail dalam penggambaran perannya. Even William itself sebagai main character juga kurang dalam digali latar belakangnya. Selain itu, seharusnya asal usul Tao Tie juga bisa dijelaskan dengan lebih clear. Agak disayangkan, sebuah movie dengan efek dan pemain yang luar biasa kurang diimbangi dengan storyline dan karakter yang kuat.

Dengan segala kekurangannya film ini tetap menarik untuk ditonton. Bukan, bukan karna gue ngefans sama Matt Damon dan Lu Han. Tapi karena visual efek dan scenes-nya sendiri memang luar biasa bagus.

Penasaran? Tonton sendiri yuk mulai tanggal 4 Januari 2017 di CGV, XXI, dan Cinemaxx.

Bye~~~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s